Aku sudah melewati lebih dari 21 tahun menjadi seorang manusia, terluntang-lantung dalam waktu yang cepat berputar. Dari ribuan hari yang kulewati, nyatanya tujuan hidup ini belum ditemukan...
Bagaimana cara mencarinya?
Aku sering termenung, mencari-cari dalam benak apa sebenarnya itu tujuan hidup, tetapi langkah pikiran tak pernah menemukan jalan yang benar hingga akhirnya dia tersesat dan menyerah lalu membuang diri.
Mari dirincikan agar pikiran lebih terbuka.
bagaimana cara kita memandang adalah kunci, memandang dunia, memandang waktu, memandang hidup, memandang juang.
Apa pendapatku tentang dunia?
Dunia menurutku adalah sebuah wadah, yang diberikan kepada jiwa-jiwa. Dunia adalah objek yang menjadi tempat, memberikan ruang dan waktu.
Apa pendapatku mengenai waktu?
Waktu adalah satuan yang kemudian membatasi setiap aktivitas yang kita lakukan didunia. Waktu menjadi musuh, lantaran sifatnya yang tak pernah dapat diulang....waktu adalah peringatan agar setiap langkah sebaiknya digunakan dengan seefisien mungkin.
Apa hidup?
Hidup adalah tiket, tiket untuk kemudian masuk kedalam dunia dan menjadikan dunia sebagai wadah. Hidup adalah teman waktu, hidup berdampingan dengan waktu seolah dua sahabat tak terpisahkan. Saat hidup dimulai, saat itupula waktu berjalan.
Juang?
Juang adalah usaha, yang kemudian dilakukan untuk mengambil segala peluang. Tak berdiam diri, tak hanya berkeinginan tetapi juga berusaha untuk mendapatkan.
Dunia adalah sebuah wahana, waktu kemudian menjadi pembatas sampai kapan kita berada di wahana, hidup adalah tiket untuk dapat masuk kedalam wahana, dan juang adalah usaha yang dilakukan dalam wahana.
Kembali pada tujuan hidup, jika dilihat dengan rincian diatas maka tujuan hidup berarti tujuan kita membeli tiket...tujuan kita berada di dalam wahana...lalu apa?
Mengapa aku berada dalam wahana?
Tujuan hidup bagiku...apa yang ingin kita ambil dari wahana, dari segala kesempatan ini, apa yang ingin kita ambil dari waktu dan tempat yang telah diberikan. Mengambil disini berarti menjadikan segala hal menjadi milik pribadi, namun arti mengambil tak terikat pada objek yang terlihat saja. Ilmu adalah objek abstrak yang bisa diambil, rasa syukur pun disa diambil, bahkan senyum seseorang adalah objek visual yang kemudian dapat diambil dengan merekamnya dalam pikiran.
Tujuan hidup mungkin terkesan rumit, tetapi sebenarnya jawabannya ada didepan kepala sendiri. Apa yang kamu inginkan...itulah tujuan hidupmu. Ambil kesempatan ini untuk segala hal yang kamu inginkan, jadilah diri sendiri. Jika harta menurutmu penting, ambilah dengan cara yang baik. Jika ilmu lebih baik bagimu, tak ada salahnya berjuang disana...dunia adalah wadah, ambil sebanyak yang kau bisa.
#OpiniGua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar