Selasa, 09 Februari 2016

Puisi "Langit Berdarah lagi"

"Langit Berdarah lagi"

  cipt : Bilal Adji Zaelani

Langit berdarah lagi
Setalah pedih berperang panas
Langit memerah lagi
Setelah siang menjadi emas
Waktu bersemi
Ranting melunglai
Burung mengandang
Setelah itu kegelapan melanglang
Melahap perlahap
Satu persatu
Sinar lampu dinyalakan
Coba usir kegalapan
Coba usir kesunyian
Coba lagakan suasana
Pelacur berkumpul
Di bawah pohon beringin langganan
Mencoba mengais rezeki
Rezeki bekas tadi pagi
Keadaan menjadi sunyi
Persis kemarin malam
Hanya saja sekarang gerimis
Gerimis yang merusak malam
 "Sial gerimis............ "Kata seorang pelacur
"Esok aku tak makan lagi"
Langit berdarah lagi
Namun setelah lama kemudian......bulan terbenam
Langit memerah lagi
Suara adzan menyaram
Kini giliran mentari yang berseri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baik karena Baik #BrainDump

Kita banyak berharap, kita juga banyak kecewa.                                           Sulit untuk ikhlas, terkadang kita berbuat baik unt...