Selasa, 09 Februari 2016

Puisi "Aku dan Diriku"

Aku dan Diriku

cipt : Bilal Adji Zaelani
Aku dan diriku 
Menerima dirimu sepenuhnya
Aku dan jiwaku
Menerima jiwamu selengkapnya
Aku dengan segala kelebihanku
Menerima dirimu dengan segala kelemahanmu
Aku dengan segala kelemahanku
Menerimamu dengan kelabihanmu
Aku terima dirimu...........
Aku buka hatiku..............
 Kini saatnya kau bukakan kesempatan untukku
Beri ruang hatiku di hatimu
Meski aku tau kau tak mencintaiku
Meski aku tau kau tak pedulikanku
Meski aku tau kau tak mendengarku
Tapi, aku mencintaimu...
Aku dan diriku
Menerima dirimu dengan seutuh-utuhnya dirimu

Puisi "Nasibku"

"   Nasibku "

cipt : Bilal adji Zaelani
Aku rasa aku tau apa yang terjadi selanjutnya.......
Karena aku tau apa yang terjadi denganku saat ini
Aku biarakan waktu mengambilku
Aku lepaskan hasrat untuk menjadi mu
Kini aku terhempas dan tenggelam di lautan samudra kepedihan
Kini, nasibku ku alirkan
Ku alirkan di arus yang tak menentu
Aku rasa pasrah atas apa yang terjadi nanti
Karena hanya kepasrahan itulah yang dapat kuperbuat
Semoga Tuhan kabulkan mimpi kecil ini
Mimpi untuk kembali terlahir dengan keadaan yang tak seperti ini......
Aku Tau
Memang aku tak ditakdirkan untuk menjadi manusia beriman, yang putih, polos, dan baik dimata-Nya
Semua ini kuterima dengan berat
Tapi aku terima dengan senang rasa
Aku ikhlaskan semua kehendak-Nya atas tubuh dan jiwaku
Nasibku..........aku terima

Puisi "Semua Tentang Aku"

"Semua Tentang Aku"

cipt : Bilal Adji Zaelani
Semua ini tentang aku
Tentang aku dan diriku
Tentang aku dan hidupku
Tentang aku dan jiwaku
Kulihat pantulan itu
Kulihat wajah itu
Kulirik ia
Kuperrhatikan tiap pori kulitnya
Ku tau.................itu diriku
Yang tersenyum di depan cermin
Yang gelap dan rapuh
Yang letih dan lesu
Yang buruk.......namun ia tersenyum
Entah apa yang lucu
Senyuman itu terus terpancar
Seakan sudah harga mati baginya
Yang terjahit lembut di bibirnya
Meski semua orang ingin melunturkannya
Namun ia akan kembali tersenyum
Kembali tersenyum dan kembali bercermin..............

Puisi "Mimin"

"Mimin"

cipt : Bilal Adji Zaelani

 Cepat pulang Min.....
Pulang ketepian harapan
Belum bosankah kau disana
Di tempat asing yang memetikan 
Belum puaskah kau berkelana
Berkelana puaskan hasrat muda
 Ayo pulang Min.....
Pulang sebentar....
Tengok lembu dan sawahmu
Tengok pacul dan tanahmu
Kembali Min....
Kembalikan Mimin yang dulu
Yang gelis dan ayu....
Yang menghapus deritaku...
Kembali Min....
Pulang Min....
Pulang ketepian harapan
Harapan yang selalu terbuka
Bagi gadis desa yang suadah tak suci lagi....

Puisi "Langit Berdarah lagi"

"Langit Berdarah lagi"

  cipt : Bilal Adji Zaelani

Langit berdarah lagi
Setalah pedih berperang panas
Langit memerah lagi
Setelah siang menjadi emas
Waktu bersemi
Ranting melunglai
Burung mengandang
Setelah itu kegelapan melanglang
Melahap perlahap
Satu persatu
Sinar lampu dinyalakan
Coba usir kegalapan
Coba usir kesunyian
Coba lagakan suasana
Pelacur berkumpul
Di bawah pohon beringin langganan
Mencoba mengais rezeki
Rezeki bekas tadi pagi
Keadaan menjadi sunyi
Persis kemarin malam
Hanya saja sekarang gerimis
Gerimis yang merusak malam
 "Sial gerimis............ "Kata seorang pelacur
"Esok aku tak makan lagi"
Langit berdarah lagi
Namun setelah lama kemudian......bulan terbenam
Langit memerah lagi
Suara adzan menyaram
Kini giliran mentari yang berseri

Puisi "Sahara"

" SAHARA "

cipt : Bilal Adji Zaelani
Ketika hujan itu datang
Kuteguk ia...
Dengan harap hapuskan dahaga
Ketandusan yang kering membara
Ketika berkah itu kuterima
Ku coba mengerti....
Untuk apa kasih ini
Lalu aku berpikir............
Ini untuk jiwaku....
Ini Ia berikan untuk jiwaku
Jiwa sang Sahara
Yang kering tak berbunga
Yang dusta dan hina
Yang bertahtakan iblis sang celaka
Kembang bergumam mesra
Ketika berkah itu ku terima
Kuterima kepercayaan-Nya 
Menjadikanmu pendamping cinta
Sahara kini coba berubah
Menjadi padang rumput yang bahagia 
Menjadi padang penuh cinta
Ketika hujan datang
Semua brubah menjadi seakan membaik............

Curhat #BrainDump

Waktu Tak Bisa Menunggu


Sekarang gua udah kelas tiga, dan penyesalan-penyesalan timbulnya banyak banget. Bertubi-tubi rasanya hati ditekan sama penyesalan-penyesalan yang muncul. Berbagai jenis macam penyesalan yang ada, masalahnya sih cuma satu "ga bisa me-manaje waktu". Kesempatan banyak yang terbuang pada akhirnya.

Apalagi tekana masa depan juga keras. Suatu keinginan untuk meraih masa depan yang cerah masih dibayang-bayangi masa lalu yang suram. Ga ada jalan kembali, otomatis harus maju. Maju kedepan rasanya berat. Semangat harus ditimbulkan, tapi di lingkungan sekitar ga ada yang bisa bikin semangat. Pacar ga punya, keluarga malah rada cuek. Cuma bisa curhat sama Tuhan aja.

Kehidupan remaja emang kehidupan yang sulit, tekanan emosi dan tekanan lingkungan begitu besar. Salut sama remaja-remaja yang udah bisa sukses, yang udah bisa banggain orangtuanya di masa muda. Entah gimana caranya ya mereka mebagi waktu, anatara belajar, bermain dan mencari keberhasilan.

Gua buat menstabilkan nilai rapot aja susah bener gimana mau bisa sukses. kayanya emang harus rubah prinsip hidup jadi lebih serius deh. Tapi ya herannya itu....temen-temen gua di sekolah mah pada santai-santai aja. Hidup meraka kayanya slow banget. Bingung gimana mereka caranya menuju masa depan.

Gua ditergetin sama ortu dapet PTN favorit, temen-temen gua mah pada mau masuk PTS. Kayanya mereka itu antara ga mau pusing mikirin kedepan atau emang punya duit banyak sehingga maen seenaknya aja mau masuk PTS. Emang sih hidup mereka lebih bahagia dengan ga mau musing-musingin hal-hal kaya gitu, tapi kan hidupnya kaya ga ada tujuan.

Pokonya inget kata agnez, "Dream, Believ, and Make It Happen". gua pasti bisalah. meski susah untuk mencapai kesuksesan yang besar. tapi gua masih punya waktu cukup lama. Demi nama Orang tua, demi keberkahan dari Tuhan.

"Jangan pernah menunggu waktu, karena waktu takkan pernah memilih untuk menunggu"

Baik karena Baik #BrainDump

Kita banyak berharap, kita juga banyak kecewa.                                           Sulit untuk ikhlas, terkadang kita berbuat baik unt...